Jembut Kecabut Itu Ternyata Nikmat dan Enak

Jembut Kecabut Nikmat dan Enak

Jembut Kecabut Nikmat dan Enak

Jembut kecabut itu nikmat? Iya. Masa sih? Mau nyoba? Sok aja cobain, dan dijamin bakal ketagihan. Apalagi dilakukan disiang hari cuaca lagi panas terik menyengat. Wkwkwk... Yang dimaksud dengan admin disini itu adalah nama kuliner unik khas daerah Purworejo, Jawa Tengah. Penampakannya kayak es dawet, tapi emang es dawet kok :p , makanya tadi dibilang kalo melahap makanan ini enaknya di siang hari bolong juga.
Lalu kenapa pula dinamain kayak gitu? Apakah emang beneran dibikin dari jembut yang dicabutin lalu dicampur dengan adonan dawet? Hahaa... duh admin merasa ngilu kok ini malah ngebayangin jembut yang sengaja dicabutin :v

Latar Belakang Kenapa Dinamakan Jembut Kecabut

Es Dawet Jembut Kecabut ini mungkin kedengarannya agak sedikit jorok atau nyeleneh. Tapi ternyata nama itu hanyalah sebuah singkatan belaka. Dalam bahasa Jawa, jembut itu artinya rambut kemaluan, sedangkan kecabut artinya ya kecabut alias tercerabut dari akarnya kalau diibaratkan pepohonan itu. Duhh jadi merasa ngilu (lagi) soalnya kebayang terus, hahaa.. :v
Dinamai Es Dawet Jembut Kecabut karena lokasinya memang berada di sebelah timur Jembatan Butuh (jembut), dan berada di wilayah Kecamatan Butuh (Kecabut). Haha.. Kok kesannya maksa gitu ya? Tapi ya sah-sah aja sih terserah si penjual mau menamain produknya apaan juga, kalo emang itu menjadi trik supaya dagangannya laris ya kenapa engga? Tul ga? Dan terbukti es dawet jembut kecabut ini memang laris banget. Bukan saja berhasil mengundang penasaran dari penamaan tapi emang rasanya memang mantep enak bin nikmat. Dengan harga Rp. 4000 rupiah semangkok kita bisa menikmatinya, kalo mau nikmat kuadrat bisa tambah Rp. 1000 lagi untuk ditambah tape ketan hitam, wkwk.. Nikmaaattt :D
Makanya tak heran kalo es dawet jembut kecabut ini kadang disebut juga dengan es dawet hitam.

Sejarah Jembut Kecabut

Sejarah adanya dawet hitam yang kini menjadi salah satu kuliner khas Purworejo ini dirintis oleh Mbah Ahmad pada tahun 1950 lalu, lumayan lama juga. Sebelum menempati lokasi di Jembatan Butuh itu awalnya hanya untuk dikonsumsi para petani ketika musim panen. Sengaja ia berkeliling dari sawah ke sawah untuk memasarkan es dawet buatannya itu.
Karena memang enak dan murah meriah sehingga dagangannya itu laris manis sehingga beliau bisa mendirikan warung es dawet hitam yang berlokasi berada di timur Jembatan Butuh. Pada selanjutnya usaha es dawet hitam ini diteruskan oleh anaknya yang bernama Pak Wagiman. Ditangan Pak Wagiman usaha ini jadi semakin bertambah ramai dan populer. Banyak pelanggan luar daerah yang kalau lagi berkunjung ke Purworejo ini selalu berusaha mampir ke tempatnya.


Jembut Kecabut Nikmat dan Enak

Proses Pembuatan Jembut Kecabut

Dalam proses pembuatannya dawet hitam jembut kecabut ini racikannya cukup sederhana, dan masih dikerjakan secara manual, diolah dengan tangan dan tidak menggunakan bahan pewarna buatan. Uniknya, penyajian es dawet hitam ini menggunakan perasan santan dari parutan kelapa secara langsung sehingga dapat dilihat oleh para pembelinya. Jumlah cendol hitamnya juga jauh lebih banyak dibanding dengan kuahnya yang terbuat dari santan dan air gula aren tersebut, lalu kemudian ditambah es. Yakin deh rasanya dijamin segar dan mantap. Apalagi dinikmati ketika siang hari. Maknyuss. Kalau kamu suka bisa juga ditambah dengan tape ketan yang dijamin rasanya makin segar.
Kalau kalian berkunjung kesana jangan lupa mampir ke tempat yang menyediakan kuliner asyik tersebut, buktikan bahwa jembut kecabut itu memang benar-benar nikmat :D

0 Response to "Jembut Kecabut Itu Ternyata Nikmat dan Enak"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 2