Keluarga Ini Dilarang Keluar Rumah Seumur Hidup oleh Ayahnya



Keluarga Ini Dilarang Keluar Rumah Seumur Hidup oleh Ayahnya

Satu Keluarga Dilarang Keluar Rumah Seumur Hidup

Apa jadinya jika kita dilarang keluar rumah oleh orang tua kita? Sepanjang usia kita dihabiskan didalam rumah tentu saja sangat membosankan bahkan pasti akan membuat stress tingkat akut. Nanti ga bakal ketemu jodohnya dong? Bakal menjadi jomblo seumur hidup dong? Waduh menyedihkan sekali :v
Fakta yang sangat unik aneh tapi nyata ini benar-benar terjadi di luar negeri sana, tepatnya di kota New York, AS. Meskipun tumbuh di lingkungan kota besar, keluarga imigran asal Peru yang memiliki anak tujuh orang kakak beradik ini sama sekali tidak pernah merasakan yang namanya hidup merdeka. Seumur hidupnya mereka tidak pernah diperbolehkan oleh ayahnya untuk keluar dari rumah, karena sang ayah tidak mau anak-anaknya tersebut tercemari oleh kotornya gaya kehidupan diluar rumahnya.

Rupanya sang ayah tersebut pengikut sekte pemuja setan eh salah maksudnya menganut  dan meyakini aliran sekte Hare Krishna; dimana menjalani kehidupan itu haruslah suci dan menjauhkan diri dari kotornya hidup bermasyarakat. Namun anehnya sang ayah justru adalah penggemar berat band hard rock AC/DC. Ketujuh kakak beradik itu Bhagawan (23), Govinda serta Narayana (22), Mukunda (20), Krisna (18), Jagadesh (17), serta adik mereka Visnu.  Mereka cuma diizinkan mengenal dunia luar lewat tayangan acara televisi saja.
Karena merasa tidak tahan, stress  dan merasa terpenjara, salah satu dari ketujuh bersaudara itu akhirnya berhasil keluar dari rumah tersebut  melarikan diri serta membuka jalan bagi keenam saudaranya untuk mengikuti jejaknya.

Dijadikan Sebuah Film

Kisah kehidupan yang memprihatinkan tersebut ternyata menarik perhatian seorang produser film bernama Crystal Moselle, yang akhirnya diangkat menjadi sebuah film dokumenter dan diberi judul Wolfpack. Produser yang seorang wanita berambut pirang itu mengatakan kalau ia pertama kali melihat ketujuh bersaudara tersebut saat berjalan di First Avenue. “Cukup menarik perhatian saya karena waktu itu melihat tujuh orang berjalan beriringan semuanya mengenakan kaca mata hitam, dengan tingkah gaya seperti tidak nyaman bagaikan sedang dikejar-kejar sesuatu. Lalu saya menghampiri dan menanyakan hal tersebut pada mereka dan mereka menceritakan semuanya” tutur Moselle.  Baginya sangat jelas sekali kalau hal itu adalah semacam inspirasi untuk diangkat menjadi sebuah film. “Seolah-olah saya seperti menemukan kembali satu suku yang sudah lama hilang dari peradaban, yang tiba-tiba berada di jalan Manhattan. Layaknya sekelompok serigala yang tersesat ke belantara kota” tambahnya tatkala ditanya mengenai judul film dokumenter tersebut.

Namun Moselle tidak lantas memanfaatkan mereka begitu saja, setelah menjalin pertemanan ia pun berusaha untuk mendekati orang tua mereka secara perlahan-lahan. Hingga berhasil mendapatkan kepercayaannya dan mengutarakan maksudnya dengan mengajak mereka ke dunianya.
Membutuhkan waktu dan kesabaran yang tidak sedikit untuk mewujudkan semuanya. Selama berbulan-bulan Moselle membaur dengan keluarga tersebut. Ia diperbolehkan membawa kamera ke tengah-tengah kehidupan keluarga tersebut, dan merekam semuanya yang dianggap perlu.
“Mereka sangat kesepian, tidak memiliki kawan selain mereka sendiri, menghabiskan banyak waktu dengan belajar di rumah dan yang menjadi jendela mereka ke luar hanyalah dengan menatap televisi, sangat memprihatinkan sekali” Moselle menjelaskan. “ Yang begitu menarik mengenai mereka ialah ketika mereka benar-benar sudah menciptakan dunia mereka sendiri melalui pandangan serta interpretasi mereka dari film yang mereka saksikan selama ini," lanjut Moselle.

Ibu dari ketujuh kakak beradik itu, yang bernama Susanne bebernya merupakan seorang mantan hippie dari Midwest, yang mendedikasikan pandangan dan kehidupannya sebagai penyedia serta pendidik bagi keluarganya. Sementara ayah mereka, Oscar, diketahui Moselle merupakan penggemar berat band AC/DC, yang sudah berhasil menanamkan kecintaan kepada musik terhadap anak-anaknya. "Kakak beradik itu ialah orang-orang yang paling lembut, berwawasan, orang dengan rasa penasaran yang tinggi dari yang pernah kutemui.

Masa Pembebasan dan Mulai Hidup Normal

Namun sekarang ketujuh bersaudara tersebut akhirnya berhasil bebas dan mulai menjalani hidup normal sebagaimana mestinya, menjelajah dunia luar kecuali kakak mereka Visnu, yang harus memiliki perawatan khusus. Bhagawan, bergabung dengan komunitas hip-hop di mana ia belajar menari. Govinda menjadi yang pertama serta satu-satunya yang pindah dari apartemen. Dia bercita-cita ingin menjadi seorang direktur fotografi. Narayana memiliki ketertarikan terhadap pelestarian lingkungan. Saat ini dia bekerja di satu organisasi anti-fracking. Dia juga seorang penggemar buku serta haus akan pengetahuan yang luas dari film yang sudah disaksikannya. Mukunda kini menjadi penulis serta sutradara. Krisna terjun dalam industri musik bertema budaya tahun 80-an bersama dengan si bungsu Jagadesh.

0 Response to "Keluarga Ini Dilarang Keluar Rumah Seumur Hidup oleh Ayahnya"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 2